Ayah, Pahlawan Tanpa Jubah
Ayah mungkin jarang berkata “aku sayang kamu,” tapi setiap keringat yang menetes dari dahinya adalah bentuk kasih yang tak terucap. Ia bangun paling pagi dan tidur paling akhir, memastikan semua baik-baik saja tanpa keluh.
Tangan ayah mungkin kasar, tapi di sanalah hangatnya perlindungan. Tatapannya tegas, namun menyimpan lembutnya cinta yang tulus.
Kadang kita lupa, di balik senyumnya ada lelah yang disembunyikan. Tapi ayah tetap berdiri kokoh—bukan karena tak lelah, melainkan karena cinta membuatnya kuat.
Terima kasih, Ayah. Engkaulah bukti bahwa pahlawan tidak selalu memakai jubah. 💙
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar